Hari 3: Bermain UNO
Mei 26, 2022LEPASKAN SAJA TAWAMU KAWAN
Siapa yang tidak suka tertawa sembari bermain UNO? UNO merupakan permainan kartu yang tidak hanya dimainkan oleh 2 orang saja, melainkan bisa dimainkan lebih dari 2- jangan aja terlalu banyak, nanti kerepotan- Ada 112 komponen kartu UNO, terdapat kartu merah, kuning, hijau, biru; kami menyebutnya kartu pelangi (bukan gay). Pada setiap komponen kartu, terdapat angka 0-9 serta mempunyai kartu spesial: kartu block (untuk ngeblokir pemain selanjutnya), kartu joker (guna memilih warna sesuka hati, jangan aja semuanya), kartu reverse (untuk membalik arah permainan), kartu +2 ( ambil 2 kartu), kartu +4 (ambil 4 kartu). Dan ketika kalian mencekal 1 kartu, katakan "UNO" jangan sampai kawan kalian mendahului mengatakannya atau kalian bakal menerima 2 kartu, jangan panik, ada cewek untuk pelipur laranya.
Hari Rabu, merupakan hari yang fun di sekul, setelah selesai menyusuri halaman belakang sembari menoleh ke arah preman kampungan sange dan melewati suara keparat toa, pada akhirnya gweh menapaki sepatu yang kotor ini di halaman depan. Terlihat dari jauh kawan gw ngerumpi depan Saraswati, tepat di belakang Saraswati; ada Lab Fisika yang kini dijadikan sebagi ruangan kelas, wajah Pangestu dan Hendra tampak dari sana. Gw mendekati Oka yang sedang duduk ngerumpi bareng temannya, gw kenal mereka semua; tidak lupa adu kepalan tangan karena kesan pertama tentu harus menarik, bukan?
Singkat cerita, selesai piket dan berumpi, gw berinisiatif untuk mengajak Oka bermain UNO, tadi pagi di wa ia berkata membawa UNO ke sekolah. Yep, dia benar membawanya.
Gw lalu memanggil kawan kawan kecuali Adhit dan Sidan (mereka pergi entah ke mana, nevermind) kawan yang gweh ajak diantaranya, Nara, Farrel, Ardika, Pangestu, Hendra, Andhika Satria dan Wahyu sebagai penonton setia. Oh yah, permainan pertamanya gw ga ikut dan Hendra menggantikanku karena gw tau lambung yang malang butuh asupan gizi. Perut kenyang, otak antusias.
Selama bermain, gw membuat peraturan tidak boleh ngomong angka, warna, ataupun berkata kasar. Setelah peraturan tersebut ditegakkan, banyak diantara mereka kartunya bertambah (jika menyebut +1 kartu) tidak akan selesai! Tentu dengan argumen yang kuat. Rerata dari mereka terlalu sering mengumpat, anjing, bangsat, tai, tolol, kontol, memek, ya seperti gitu lah. Kita minim kesopanan. Ardika, orangnya memang ceria, entah kenapa sontak ia mengeluarkan umpatan kasar sepak cai, Galak cai, cai ke kawan saya Pangestu. Bukannya menegurnya, kita justru menertawakannya, ya elah, gini lho dia tu ga pernah mengumpat pake bahasa bali, ketumbenan.
Pangestu turut ketawa, kita semua ketawa ria seperti anjing ketabrak mobil sedan, kaing kaing kaing kaing..... bahkan sampai adik kelaspun mendengar gonggongan kita, "Itu orang gila apa gak si" Pikir gw ke adik adik kelas, sebab mereka menoleh berkali kali dengan tatapan elang ganas ketemu buruannya. Pokoknya gilak, lab fisika dipenuhi gelak para manusia toxic. Permainan kedua sedang dimulai, gweh pertama menang, lhoh easy bro...yang lain pada mengumpat gweh mah diem aja stay cool, bukan kedinginan. Lagi lagi fakta, dari sekian banyak kawan yang diajak, hanya gw saja yang tidak berkata kasar.
"Gedeg aja awak nok" Jawab Pangestu sembari mengernyitkan dahi.
"Biso sing ilanga peraturan sing ngomong kasar" Tanya ia, suasana hening sejenak.
"Sing ado, peraturan sube berlaku uli pertama main" Jawab gw pake bahasa bali, sori gw ga terlalu pinter.
"O nah, awak suud ge main" Jawab ia sambil melempar kartu. Wajar lah karena Pangestu memang sering mengumpat, susah baginya untuk tidak mengumpat, that's his habit you know. Ia berdiri dan melempar kartu UNO, udah berapa jam bermain dan dia ga menang menang, huhuhu sedih. Sedangkan kawan gw, Ardika, Farrel ia si santai santai aja, walau sering memuntahkan kata kasar, ia tidak pernah sebaper Pangestu. Mujur!
"Mai jah Hendra suud ge, ateha awak ke WC" Jawab Pangestu, Hendra si tunduk dan menuruti perkataannya. Sehingga mereka gaskeun ke WC- moga aja Pangestu gak melampiaskan kemarahannya lalu nyodom anak orang, canda.
Permainan dilanjutkan, 3 orang telah keluar (Sori gweh lupa ceritain nara, di permainan pertama dia keluar gara gara ada pengumuman dari toa kampret). Gweh dan Oka menunggu Ardika, Farrel dan Tu Abi menang. Rasanya cukup lama tetapi bagi kita itu sebentar. Ardika tidak pernah berhenti ngomong anjing sampai sampai dia ditimbun banyak kartu, sialan! but he keeps happy.
Karena sudah bermain selama 1 setengah jam lebih, sontak toa memuntahkan kata kata, "Anak kelas 7 8 9, karena sudah waktu, anak anak diperbolehkan untuk pulang" Medengarnya aja sudah bikin kita kesel, tapi gpp lah kita sudah memberi kebahagiaan satu sama lain, yang penting kita harus tertawa! tertawa itu sangat penting, tanpa tawa suasana akan menjadi membosankan seperti di kelas. Ayo kawan, keep happy.
Orang bahagia adalah orang yang sukses di hidupnya. Berbahagia dan tersenyumlah. Salam, Andhika.